Jumat, 18 Februari 2011

KEPUTUSAN KONGRES II REPDEM, PENETAPAN KETUA UMUM DPN REPDEM






KONGRES II
RELAWAN PERJUANGAN DEMOKRASI
(REPDEM)
Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 14-16 Januari 2011

KEPUTUSAN KONGRES II
RELAWAN PERJUANGAN DEMOKRASI


 

Nomor :  08/PTS/KONGRES II/REPDEM /2011

TENTANG

PEMILIHAN DAN PENETAPAN KETUA UMUM
DEWAN PIMPINAN NASIONAL REPDEM
MASA BAKTI 2011 – 2016
 
DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KONGRES II REPDEM, JAKARTA 14 – 16 JANUARI 2011
                                                    
Menimbang
:
1. Bahwa dalam rangka memantapkan konsolidasi Organisasi secara propinsional terhadap seluruh kepemimpinan struktural Organisasi, dan untuk meregenerasi kepengurusan Dewan Pimpinan Nasional, maka rapat-rapat Panitia Kongres II memutuskan melaksanakan Kongres II REPDEM Repdem tahun 2011.

2.   Bahwa oleh karenanya, demi kelangsungan kehidupan organisasi dan kesinambungan kepemimpinan Organisasi, Kongres II Repdem tahun 2011 sebagai lembaga pemegang kekuasaan tertinggi Organisasi di tingkat nasional, Kongres mempunyai wewenang untuk memilih, menetapkan dan mengesahkan Ketua DPN Repdem.

Mengingat
:
1.       AD / ART Repdem
2.     Keputusan-Keputusan rapat-rapat pra Kongres II REPDEM  tentang pelaksanaan Kongres II Repdem, tahun 2011

Memperhatikan
:
1.       Pidato Sekretaris Jendral DPP PDI Perjuangan pada acara Pembukaan Kongres II Repdem tanggal 14 Januari 2011
2.       Permusyawaratan dalam Sidang Paripurna Kongres II Repdem tanggal 14 – 16 Januari 2011



M E M U T U S K A N

Menetapakan
:
1.      Mengesahkan MASINTON PASARIBU, SH  sebagai Ketua Umum DPN Repdem Masa Bakti 2011 – 2016
2.    Memberikan kewenangan kepada Ketua terpilih untuk menyusun struktur, komposisi dan personalia DPN Repdem masa bakti 2011 – 2016 bersama Ketua Umum terpilih dan Tim Formatur.




Ditetapkan di
:
Jakarta
Pada Tanggal
:
16 Januari 2011

PIMPINAN SIDANG
EKO WAHYUDI
Ketua

MONANG TAMBUNAN
Wakil Ketua Sidang

ENJANG SUMANTRI
Wakil Ketua Sidang



EDY SOKEH
Wakil Ketua Sidang
CHOLID ISMAIL
Wakil Ketua Sidang

Penetapan Tim Formatur





KONGRES II
RELAWAN PERJUANGAN DEMOKRASI
(REPDEM)
Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 14-16 Januari 2011
 
KEPUTUSAN KONGRES II
RELAWAN PERJUANGAN DEMOKRASI (REPDEM)
Nomor : 8/K-II REPDEM/SK/II/2011
Tentang
PENETAPAN TIM FORMATUR
KONGRES II RELAWAN PERJUANGAN DEMOKRASI (REPDEM)
TAHUN 2011

KONGRES II RELAWAN PERJUANGAN DEMOKRASI (REPDEM)

Menimbang                   :
a.       Bahwa untuk membantu Ketua Umum DPN REPDEM terpilih, perlu dibentuk Tim Formatur Kongres II REPDEM.
b.       Bahwa nama-nama yang dipilih sebagai anggota Tim Formatur Kongres II REPDEM, telah sesuai dengan ketentuan Tata Tertib Pemilihan Ketua Umum DPN REPDEM Masa Bhakti 2011-2016, yang salah satu babnya mengatur tentang Tata Cara Pemilihan Tim Formatur.
c.       Bahwa sehubungan dengan pertimbangan pada huruf a dan b tersebut di atas, perlu adanya Keputusan Kongres tentang penetapan Tim Formatur Kongres II REPDEM tahun 2011.

Mengingat                     :
1.       Anggaran Dasar Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM), Bab IV, Bagian Kelima, Pasal 18.
2.       Anggaran Rumah Tangga Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM), Bab III, Pasal 16.
3.       Keputusan Kongres II Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM), tentang Tata Tertib Kongres II REPDEM.
4.       Keputusan Kongres II Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM), tentang Tata Tertib Pemilihan Ketua Umum DPN REPDEM Masa Bhakti 2011-2016.

Memperhatikan  :
Hasil Pemilihan Tim Formatur Kongres II REPDEM pada tanggal 16 Januari 2011;


                                    MEMUTUSKAN

Menetapkan                  :
KEPUTUSAN KONGRES II REPDEM TENTANG PENETAPAN TIM FORMATUR KONGRES II REPDEM TAHUN 2011.

Pertama                        :
Menetapkan nama-nama Tim Formatur Kongres II REPDEM tahun 2011 sebagai berikut :
Ketua                : Masinton Pasaribu, SH (Ketua Umum Terpilih)
Anggota             1. Marlin Dinamikanto (DPN REPDEM Demisioner)
                                                              2. Nugroho Wicaksono (Sumtera)
                                                              3. Saiful Bahri (Kalimantan)
                                                              4. Ahmad Dimyati (Jawa)

Kedua                           :
Mengamanatkan kepada Tim Formatur untuk menyusun Pengurus DPN REPDEM Masa Bhakti 2011-2016.

Ketiga                           :
Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di     : Jakarta
Pada tanggal     : 16 Januari 2011


KONGRES II RELAWAN PERJUANGAN DEMOKRASI (REPDEM)
PIMPINAN SIDANG


EKO WAHYUDI
K E T U A

Berita Acara Tim Formatur




KONGRES II
RELAWAN PERJUANGAN DEMOKRASI
(REPDEM)
Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 14-16 Januari 2011
 
BERITA ACARA
Nomor : Istimewa/Tim Formatur-K.II/II/2011

Tentang

SUSUNAN PENGURUS
DEWAN PIMPINAN NASIONAL
RELAWAN PERJUANGAN DEMOKRASI
(DPN REPDEM)
Masa Bhakti 2011-2016

Berdasarkan amanat Kongres II REPDEM, dan melalui keputusan rapat Tim Formatur KONGRES II REPDEM untuk menyusun susunan pengurus Dewan Pimpinan Nasional Relawan Perjuangan Demokrasi (DPN REPDEM) Masa Bhakti 2011-2016, dengan susunan sebagaimana terlampir.
Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenarnya.
                                                                       
                                                                                    Jakarta, 11 Februari 2011

Tim Formatur     :
Ketua                            : Masinton Pasaribu, SH (Ketua Umum Terpilih)
Anggota                        : 1. Marlin Dinamikanto (DPN REPDEM Demisioner)
                                      2. Nugroho Wicaksono (Sumatera)
                                      3. Saiful Bahri (Kalimantan)
                                      4. Ahmad Dimyati (Jawa)

SK Pengurus DPN REPDEM, 2011-2016





Dewan Pimpinan Nasional 
RELAWAN PERJUANGAN DEMOKRASI
(DPN-REPDEM)

SURAT KEPUTUSAN
KETUA UMUM RELAWAN PERJUANGAN DEMOKRASI (REPDEM)
Nomor : 01/A/DPN.REPDEM/SK/II/2011

Tentang

SUSUNAN PENGURUS
DEWAN PIMPINAN NASIONAL
RELAWAN PERJUANGAN DEMOKRASI
(DPN REPDEM)
MASA BHAKTI 2011-2016

KETUA UMUM DPN RELAWAN PERJUANGAN DEMOKRASI (REPDEM)

Menimbang                   :
a.       Bahwa dalam rangka melaksanakan kegiatan organisasi secara berkesinambungan, perlu disusun kelengkapan pengurus DPN REPDEM yang bertanggung jawab dalam mewujudkan upaya tersebut.
b.       Bahwa nama-nama yang tercantum dalam lampiran keputusan ini, dianggap mampu dan telah dipilih sesuai dengan ketentuan peraturan Tata Tertib Pemilihan Ketua Umum DPN REPDEM pada kongres II REPDEM.
c.       Bahwa sehubungan dengan pertimbangan pada huruf a dan b tersebut di atas, perlu adanya Keputusan DPN REPDEM tentang penetapan Pengurus DPN REPDEM Masa Bhakti 2011-2016.

Mengingat                     :
1.       Anggaran Dasar Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM), Bab IV, Bagian Kelima, Pasal 18.
2.       Anggaran Rumah Tangga Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM), Bab III, Pasal 16.
3.       Keputusan Kongres II Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM), tentang Tata Tertib Kongres II REPDEM.
4.       Keputusan Kongres II Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM), tentang Tata Tertib Pemilihan Ketua Umum DPN REPDEM Masa Bhakti 2011-2016.

Memperhatikan              :
1.       Keputusan Sidang Pleno Pemilihan Ketua Umum DPN REPDEM Masa Bhakti 2011-2016 dan Tim Formatur Kongres II REPDEM pada tanggal 14 – 16 Januari 2011.
2.       Berita Acara Sidang Tim Formatur Kongres II REPDEM pada tanggal 16 Januari 2011.
3.       Berita Acara Sidang Tim Formatur Kongres II REPDEM pada tanggal 11 Februari 2011.

                                    MEMUTUSKAN

Menetapkan                  :

Pertama                        :
Mengangkat nama-nama yang tercantum pada lampiran Keputusan ini sebagai pengurus DPN REPDEM Masa Bhakti 2011-2016.
Kedua                           :
Nama-nama yang bersangkutan berhak dan bertanggung jawab atas segala sesuatu yang sudah ditetapkan dalam peraturan organisasi REPDEM sesuai dengan jabatannya.
Ketiga                           :
Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan berakhirnya masa jabatan pengurus DPN REPDEM Masa Bhakti 2011-2016.


Ditetapkan di    : Jakarta
Pada tanggal    : 11 Februari 2011
                                   

                                    Ketua Umum,


                                    Masinton Pasaribu, SH

Salinan :
1.       Ketua Umum DPP PDI Perjuangan
2.       Ketua DPD REPDEM se-Indonesia
3.       Ketua DPC REPDEM se-Indonesia
4.       Yang bersangkutan.

Senin, 13 Desember 2010

Ulang Tahun Bang Rizal Ramli

Bersama Para Senior: Bang Hatta Taliwang, Masinton, Mas Guntur Soekarno Putra, Bang DR.Rizal Ramli

Rabu, 01 Desember 2010

Petisi 28 Benarkan Sikap Bambang Tolak Tawaran Presiden


Tribunnews.com - Sabtu, 27 November 2010 20:14 WIB
Laporan Tribunnews.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Petisi 28 menyambut baik sikap tegas Bambang Widjojanto yang menolak tawaran Presiden SBY untuk mau menjadi Ketua Komisi Kejaksaan. Penolakan ini dianggap, sikap Bambang Widjojanto ragu terhadap pemerintah punya komitmen dalam memberantas korupsi.

"Penolakan Bambang atas tawaran SBY di Komisi Kejaksaan ini bukti, sudah merosotnya wibawa kekuasaan presiden SBY di kalangan pegiat anti korupsi. Sikap menolak ajakan SBY sangatlah tepat. Dan bukti bahwa moralitas politik yang ditunjukkan Bambang tidak bisa ditundukkan oleh iming-iming jabatan dari penguasa," kata juru bicara Petisi 28 Masinton Pasaribu, kepada Tribunnews.com, Sabtu (27/11/2010).

Sikap Bambang, kata Masinton, adalah bentuk antisipasi, kalau-kalau dimanfaatkan oleh rezim pemerintahan ini.

"Mas Bambang sangat sadar kalau dirinya akan dimanfaatkan sebagai etalase politik pencitraan SBY. Kita juga berharap agar para pejabat negara yang masih mengedepankan kejujuran dan moralitas mengikuti keteladanan sikap yang dipilih Bambang, menjauh dari kekuasaan busuk yang dibangun oleh rezim SBY-Boediono," harap Masinton. (*)

Penulis: rachmat_hidayat
Editor: widodo
Share

http://www.tribunnews.com/2010/11/27/petisi-28-benarkan-sikap-bambang-tolak-tawaran-presiden

Gelar Kepahlawanan Soeharto Dibatalkan

Sabtu, 13 November 2010 20:52 WIB
Laporan wartawan Tribunnews.com, Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Petisi 28 menghimbau kepada pemerintahan yang akan datang pasca SBY untuk tidak mengikuti langkah pemerintahan SBY yang berencana menganugerahi gelar pahlawan kepada Soeharto. Meski memang akhirnya, membatalkan pemberian gelar tersebut karena mendapatkan penentangan dari berbagai lapisan masyarakat, korban pelanggaran HAM orba, pers, dan aktivis pro demokrasi.

"Semoga pembatalan tersebut bukan sekedar siasat atau penundaan, karena berdasarkan fakta sejarah kekejaman pemerintahan orde baru soeharto, ditambah lagi dengan adanya fakta hukum seperti TAP MPR No. XI/1998 tentang Penyelenggaraaan Negara yang Bebas KKN, yang isinya mengamanatkan penuntasan dugaan KKN mantan Presiden Soeharto," kata juru bicara Petisi 28, Masinton Pasaribu kepada tribunnews, Sabtu (13/11/2010).

Dengan masih adanya TAP MPR soal Soeharto ini, kata Masinton, makin mempertagas Soeharto memang tidak layak mendapatkan gelar pahlawan tersebut.

"Seperti yang kita ketahui bahwa beberapa elemen partai politik yang orang-orangnya masih di dominasi eks orde baru seperti Demokrat dan Golkar, bahkan PKS yang mengkalim sebagai partai reformis masih memiliki agenda tersembunyi untuk menggolkan penganugerahan gelar pahlawan terhadap Soeharto," Masinton mengingatkan.

Pengingkaran dan penyimpangan orde baru dibawah kekuasaan Jendral Soeharto terhadap cita-cita proklamasi kemerdekaan, Pancasila, dan UUD 45 harus dibuka secara jelas sebagai bagian dari sejarah kelam Indonesia," katanya lagi.

Keberhasilan pembangunan yang diklaim Orde Baru 32 tahun berkuasa, lanjut Masinton, tidak seberapa hasil dan capaiannya dibandingkan dengan kerusakan sistem berbangsa dan bernegara yang diwariskannya. Seperti diberikannya konsesi pertambangan strategis negara kepada asing melalui UU PMA no.1/1967, penggusuran paksa atas nama pembangunan, korupsi, bahkan pemberian BLBI ratusan triliun rupiah terhadap konglomerat hitam, dan lainnya.

"Klaim dan propaganda keberhasilan pembangunan Orde Baru Soeharto adalah semu dan membodohkan. Kegagalan pemerintahan SBY-Boediono dalam era reformasi ini yang tidak mampu menciptakan pembangunan kesejahteraan untuk rakyat Indonesia semakin menguatkan propaganda loyalis Orde Baru Soeharto," tandas Masinton Pasaribu.

Penulis: rachmat_hidayat
Editor: prawiramaulana
Share

http://www.tribunnews.com/2010/11/13/petisi-28-ingatkan-pks-tentang-tap-mpr-kkn-soeharto

Masinton Pasaribu: JK Lebih Sigap dari SBY

BENCANA

Minggu, 07 November 2010 , 14:33:00 WIB
Laporan: Zul Hidayat Siregar

RMOL. Sebagian publik mulai gemas dengan sikap pemerintah yang lamban dalam merespons berbagai bencana yang ada di Tanah Air belakangan ini. Tak hanya lamban, manajemen pemerintah juga dianggap kacau balau.

"Manajeman penaggulangan bencana di bawah pemerintah SBY-Boediono kacau balau," ujar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan Masinton Pasaribu kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 7/11).

Kekacaubalauan manajemen tersebut berakibat fatal dengan banyaknya korban yang meninggal dunia pada saat bencana. Begitu juga dengan banyaknya korban di pengungsian yang kelaparan dan menderita sakit. "Dan itu tidak tertanggulangi sampai hari ini. Baik di Wasior, Mentawai, maupun yang terjadi di Merapi," jelasnya.

Menurut dia, semua itu terjadi karena SBY bukan tipikal pemimpin yang bisa langsung bekerja secara cepat dalam merespons sebuah peristiwa. Bencana merupakan peristiwa luar biasa dan harus direspons dengan cara cepat dan luar biasa pula.

"Dalam situasi normal saja dia lamban dalam berbuat, apalagi dalam situasi abnormal. SBY mendatangi pengungsian itu tidak lebih dari wisata bencana. Yang dia lakukan cuman melihat-lihat tapi tidak mampu menggunakan kewenangan yang dia miliki untuk bertindak cepat. Hasilnya ya rapat dan mengimbau," urainya.

Masinton memberi contoh pada saat awan panas keluar. Tidak hanya masyarakat yang kucing-kucingan dengan wedhus gembel, tapi juga aparat. "Mestinya, aparat juga disiapkan dengan pakian yang anti dengan api," tegasnya.

Hal ini berbeda dengan Jusuf Kalla, katanya membandingkan. JK telah berbuat dengan sigap dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia. Dalam keadaan cuaca tidak bersahabat sekalipun, JK dengan menerobos dan masuk ke Mentawai.

"JK juga mengerahkan semua kekuatan PMI yang ada. Bahkan, PMI memborong roti-roti dan nasi bungkus di warung-warung untuk memberi makan kepada pengungsi," jelasnya.

Bahkan, sambung Masinton, JK tak perlu pemberitahuan untuk mendatangi korban Letusan Merapi. Tapi faktanya, JK lebih dahulu sampai ke lokasi pengungsi dibanding Presiden SBY. "Itu bisa jadi bukti kesigapan (JK dibanding SBY)," tandasnya. [zul]

http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=8795

Mau Tahu Bedakan Demo Murni & Demo Bayaran?

Senin, 1 November 2010 - 08:35 wib
Rizka Diputra - Okezone
JAKARTA - Unjuk rasa yang lazim dilakukan kelompok orang tertentu ditinjau dari sifat tujuannya bisa terbagi atas dua, yakni demo murni dan demo bayaran.

Demo murni adalah sebuah aksi demo yang dilakukan oleh sekelompok orang yang berlandaskan ideologi tertentu atau untuk mencapai tujuan tertentu.

Sedangkan demo bayaran bisa ditafsirkan sebagai bentuk aksi yang dilakukan demi mendapat upah, meski tidak paham dengan materi substansi demo tersebut.

Lalu, bagaimana melihat perbedaan suatu aksi demo atau unjuk rasa bila ditinjau dari sifat dan tujuan demo tersebut.

“Mudah saja kita bisa melihat dari massa-nya, berapa jumlahnya, siapa saja yang datang di situ, lihat gerak gerik si pendemo, antusiaskah? Aktif dan pahamkah dengan isinya? Kalau tidak jelas itu demo bayaran,” ujar Ronald seorang makelar demo kepada okezone di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Jumlah pendemo yang dimaksud ialah apabila demo itu dalam skala kecil yakni berkisar 50-100 orang, bisa ditebak demo itu pesanan atau bayaran.

“Jumlah (orang) itu relatif ada juga yang banyak orangnya tapi bayaran semua. Yang penting itu tadi karakter dan sifat massa-nya,” kata Ronald.

Lebih lanjut dia menambahkan, ciri khas pendemo bayaran dapat terlihat saat melakukan aksinya. Indikatornya terlihat pada fokus perhatian dan kualitas orasi dari para demonstran.

“Kalau terlihat tidak ekspresif dan seperti ogah-ogahan pasti kecenderungannya mereka hanya ikut-ikutan karena tidak paham substansi demo itu,” tukasnya.

Ronald yang sudah dua tahun bergelut didunia makelar demo ini menuturkan, terdapat beberapa perangkat demo yang harus diperhatikan sebelum menggelar aksi demo.

“Rumuskan (materi) apa yang menjadi tuntutan kita, siapa dan tempat yang akan kita datangi untuk berorasi, serta perangkat vital yakni kelompok massa berikut atribut demo seperti spanduk, speaker, dan lainnya,” jelas pria berusia 37 tahun itu.

Lain lagi menurut Ketua Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Masinton Pasaribu. Dia lebih menyoroti cara membedakannya dari materi demo.
“Perbedaannya sangat jelas. Kemurnian gerakan demonstrasi yang lahir karena idealisme memiliki militansi, keyakinan dan semangat juang untuk melakukan perubahan yang lebih baik untuk rakyat,” kata Masinton

dalam perbincangan dengan okezone di Jakarta, secara terpisah belum lama ini.

Mantan Aktivis Gerakan Mahasiswa 1998 itu berpendapat, idealisme, militansi, dan keyakinan perjuangan kaum pergerakan tidak bisa ditukar dengan sejumlah uang ataupun materi. Demonstrasi yang dilakukan karena tergerak atas dasar kesadaran pergerakan dalam melakukan aksi di lapangan cenderung lebih terstruktur, terpimpin, dan memiliki perangkat aksi.

Demokrasi memang membolehkan adanya perbedaan ide, cara pandang dan sikap, termasuk pro dan kontra. Namun para pendemo bayaran terkadang justru dihadirkan untuk “mengekang” kebebasan itu. Seperti misalnya, ada pengerahan massa bayaran untuk menghadang kelompok aksi mahasiswa yang menyuarakan suara penderitaan rakyat.

“Saat memperjuangkan reformasi kami di gerakan mahasiswa tahun 1998 pernah dihadapkan dengan massa bayaran atau Pam Swakarsa yang dimobilisasi rezim orde baru untuk menghadang gerakan demonstrasi mahasiswa. Namun yang menghadapi aksi-aksi bayaran Pam Swakarsa saat itu adalah kekuatan rakyat karena idealisme dan militansi perjuangan gerakan mahasiswa adalah sejatinya gerakan rakyat,” kenang dia.

Lantas, adakah dari aktivis maupun mahasiswa yang aktif dalam kelompok ini?

“Dalam fase perjuangan selalu ada yang memanfaatkan situasi, bersikap oportunis dan avonturir (petualang politik). Namun sikap seperti itu tidak dominan dalam pergerakan dan tidak signifikan untuk mempengaruhi agenda pergerakan kawan-kawan mahasiswa,” tuturnya.

Bagi Masinton, itu disebabkan massa-nya sudah memiliki agenda jelas yang harus diperjuangkan dan agenda tersebut lahir atas refleksi.
(lsi)

http://news.okezone.com/read/2010/11/01/338/388383/mau-tahu-bedakan-demo-murni-demo-bayaran